'Turtles can fly' di Metro TV



Tadi malam nonton filem Irak(setelah browsing2 ternyata itu filem) Kurdi di Metro TV, judulnya ‘Turtles can fly’ sutradaranya Bahman Ghobadi..komentar saya…”Mengagetkan!”
Saya tidak kaget bahwa filemnya ternyata bagus dan sangat menyentuh, dan aktor-aktor nya bisa berakting dengan wajar, karena kalau tidak bagus tidak akan jauh-jauh dari sana sampai diputar di Indonesia. Filem ini menggambarkan suatu desa dan kamp pengungsian di perbatasan Irak dan Turki, sebelum Saddam Hussain jatuh. Ada kebudayaan Amerika yang diam-diam masuk, dan tentara Amerika yang dipandang sebagai pahlawan. Tapi yang lebih mengagetkan adalah penggambaran perang yang belum pernah saya lihat, yang tidak akan bisa digambarkan oleh orang yang belum pernah mengalami perang - bertahun-tahun masa peperangan.
Hal-hal yang mengagetkan dalam filem itu:
• Anak-anak yang buntung tangan dan kaki nya karena ranjau.
• Banyak sekali anak-anak, yang sepertinya tidak ada orang dewasa yang mengurus mereka
• Pasar loak yang berjualan senjata-senjata, peluru dan ranjau bekas.
• Anak-anak itu berprofesi mencari ranjau di ladang ranjau dan menjualnya
• Anak umur 14 an tahun yang menjadi boss anak-anak yatim tersebut, dan bernegosiasi dengan orang dewasa.
• Kakak beradik dimana kakaknya buntung kedua tangannya dengan adik perempuannya yang sepertinya berumur 12 tahun yang selalu menggendong anak berumur 3 tahunan yang buta, yang kita kira adiknya, yang ternyata adalah anaknya akibat perkosaan.
• Sang kakak yang buntung bisa meramal masa depan, tapi ironisnya tidak bisa meramal kematian keponakan dan bunuh diri adiknya.
• Anak tiga tahun itu kalau tidur harus diikat tali karena kalau tidak akan berjalan dalam tidurnya.
• Sekolah yang berupa meja dan kursi, dibatasi tembok batu setengah meter, tanpa dinding dan atap, dan tanpa murid.
• Sang ibu kecil mencoba bunuh diri dengan menyiram diri dengan minyak tanah dan membakar diri di kolam tapi tidak jadi.
• Anak tiga tahun itu ditinggal oleh ibunya dengan diikat di ladang ranjau.
• Setelah percobaan pembunuhan pertama gagal lalu anak itu diikat dengan batu dan ditenggelamkan di kolam.
• Ibu kecil itu bunuh diri terjun dari tebing

Filem nya gila banget, karena menggambarkan hal yang tidak terbayangkan, mengagetkan dan bikin nangis. Anak-anak kecil difilem itu kelihatan tetap saja seperti anak kecil, tetap riang mencari ranjau, belanja di pasar loak, membeli senjata dan parabola. Ya Tuhan…

Comments

Ibnu said…
sudah lama saya punya dvd bajakan film irak kurdi ini. tapi yg saya rasakan tidak se-excited anda dan biasa saja. Itu karena kehidupan saya dan keluarga juga cukup bersahaja atau bisa dibilang sengsara meski tidak berada di kondisi perang.
Hidup di kota tanpa tanah sejengkalpun. tak punya lahan di desa atau kampung halaman. Keluarga saya sering Pindah rumah karena sewa kontrakan rumah naik. Dan hal inilah yang membuat keberadaan kami tidak diakui di Kelurahan dimana KTP dan Kartu Keluarga kami terdaftar di alamat yg lama. Tentu saja, hak kami sebagai warga miskin seperti BLT , kompor gas dan kupon Raskin menjadi hilang. Bahkan yg terakhir, kami sekeluarga tak bisa ikut memeriahkan pesta demokrasi. alasannya klise, KTP kami bukan di wilayah TPS tempat kami tinggal. sedangkan kami juga tak bisa memilih di alamat yg sesuai KTP lama karena sudah tidak tinggal disana.
Mungkin anda dan mereka menyalahkan 'kenapa tak membuat KTP dan KK baru jika pindah rumah?' memang terdengar mudah, tapi perlu diketahui bahwa kami sekeluarga bukan pelanggar hukum seperti menjadi penghuni liar yg menyerobot tanah negara. Kami selalu berusaha mengontrak rumah meski mencari yang termurah. untuk itulah,keadaan memaksa kami untuk sering pindah meski masih dalam satu kecamatan. Mudah-mudahan terjadi perang besar di negri ini, hingga mengubah sistem pendataan penduduk . Masak pindah kelurahan saja harus ganti KTP. apalagi kalau pindah kota atau pindah propinsi . Harusnya KTP bisa berlaku nasional!! untuk apa dibikin nomor KTP jika negara tak punya data sentral seluruh pemilik nomor itu. Harusnya dari nomor KTP saja semua instansi negara bisa tau nama, jenis kelamin, status, alamat, tgl lahir, usia, golongan darah. betul kan? toh setiap kelahiran,kematian,Pernikahan diharuskan dilaporkan.
.. hehehe jadi ikutan ngomong sendirian
bud said…
hmm..jadi curhat disini??ga papa deh soalnya yang ngga ad lg yg ngasih komen hehehe
ngomong2 masalah ID number yang tetep dari lahir itu saya setuju bangetttt