Malam Kesenian Sunda di Gegerkalong

KACAPI SULING



Kacapi suling adalah salah satu bentuk musik Sunda dari Jawa Barat. Pada dasarnya ini adalah tembang Sunda tanpa vokal, dan juga mengisi selingan antar lagu pada penampilan khas Tembang Sunda. Kecapi dengan pitch tinggi kacapi rincik, yang bernada rendah kacapi indung dan suling adalah alat-alat yang digunakan untuk kacapi suling. Kacapi suling memiliki bagian instrumental yang dibagi dalam dua skala yang berbeda; empat yang pertama laras pelog menampilkan suasana hati yang ringan, empat bagian terakhir, laras sorog lebih lambat dan syahdu. Perubahan ke laras sorog biasanya bertepatan dengan tengah malam dan berlangsung hingga matahari terbit. (Dari http://en.wikipedia.org/wiki/Kacapi_suling )


TARI MERAK



Tari Merak merupakan tarian kreasi baru tanah Pasundan yang diciptakan oleh seorang koreografer bernama Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950an, dan tahun 1965 dibuat koreografi baru oleh dra. Irawati Durban Arjon dan di revisi kembali pada tahun 1985 dan diajarkan kepada Romanita Santoso pada tahun 1993 oleh dra. Irawati langsung.
Tari Merak sebenarnya menggambarkan tentang tingkah laku burung Merak jantan dengan keindahan bulu ekornya, banyak orang salah memperkirakan bahwa tarian ini tentang tingkah laku Merak betina. Seperti halnya burung-burung lain burung Merak jantan akan berlomba-lomba menampilkan keindahan ekornya untuk menarik hati merak betina.
Merak jantan yang pesolek akan melenggang dengan bangga mempertontonkan keindahan bulu ekornya yang panjang dan berwarna-warni untuk mencari pasangannya, dengan gayanya yang anggun dan mempesona. Tingkah laku burung Merak inilah yang divisualisasikan menjadi tarian Merak yang menggambarkan keceriaan, keanggunan gerak. Pesona bulu ekor yang berwarna-warni diimplementasikan dalam kostum yang indah dengan sayap yang seluruhnya diberikan payet, dan hiasan kepala (mahkota) yang disebut siger dengan hiasan berbentuk kepala burung merak yang akan bergoyang mengikuti gerakan kepala sang penari. (sumber dari http://seuratnana.wordpress.com/2009/10/27/tari-merak/ )

LENGSER




Galura (upacara) mapag panganten kaya dengan berbagai atraksi seni, dan melibatkan banyak seniman. Ada aneka tarian, seni karawitan, bodoran (komedi), pelajaran tentang kehidupan yang ditunjukkan simbol-simbol kesenian, dan lain-lain. Kesenian ini melibatkan sejumlah pemain gamelan, penari, pembawa umbul-umbul, dan Ki Lengser (sering disebut “lengser” saja).
Kehadiran Ki Lengser atau Mang lengser biasanya menjadi sosok yang menarik perhatian penonton atau tamu undangan. Pasalnya dialah yang mengarahkan jalannya upacara tersebut. Begitu rombongan kedua mempelai datang ke gedung/ tempat resepsi, Lengser-lah yang akan menyambut dan mengarahkan mereka ke kursi pelaminan dengan diiringi para penari dan pembawa umbul-umbul.
Peran Lengser ini biasanya dilakoni oleh seorang pria. Kalau pun ada Lengser wanita hanyalah berperan sebagai pendamping Lengser pria. Karena peranannya sebagai sosok panutan masyarakat yang dituakan, dan juga sebagai simbol penasehat dalam pernikahan, maka sosok Lengser lebih sering diperankan sebagai seorang kakek.
Pakaian yang dikenakan Lengser biasanya terdiri dari: baju kampret, celana pangsi dilengkapi dengan sarung yang diselendangkan, dan totopong (ikat kepala). Dengan memperlihatkan giginya yang ompong dan gerakan tari yang lucu, kehadirannya tak pelak selalu mengundang tawa penonton/ tamu undangan. (dari http://indrakh.wordpress.com/2007/08/15/mapag-panganten-pelestari-seni-tradisi/ )

Terimakasih kepada para pengisi acara Malam Pagelaran Seni Tradisional 30 Januari 2010:
• LINGKUNG SENI GALURA WIRAHMA JL. PAK GATOT VI NO 222A KPAD GERLONG, CP: NANDANG SETIAWAN – 0815 6369 6265
• SANGGAR TARI STUDIO ‘93, JL. PAK GATOT I NO 7 G KPAD GERLONG, CP: SINTA 0813 2131 3603 / 70 11 84 83

Comments