Google
 

Terimakasih sudah mampir. Silakan masukkan alamat email kamu disini untuk berlangganan postingan saya yang ngomong sendiri ini:

Delivered by FeedBurner

15 January 2011

Jangan Ngotot Dengan Ibu Mertua

brick tower with 55 gallon drum

Pernah saran saya agar ibu mertua memotong dahan pohon dirumahnya ditolak. Memang pohon itu baru ditanam, masih kecil. Tapi dahan itu akan tambah mengganggu kalau pohonnya tambah besar. Menghalangi mobil yang parkir.


“Biarin aja, nanti juga kan dahannya tambah tinggi” kata ibu mertua
“Dahan ini gak akan tambah tinggi, tapi bakalan tambah besar..” kata saya berharap tidak kedengaran ngotot..

Pernah mengalami hal yang sama? Bukan pengalaman sama ngotot-ngototan dengan Ibu Mertua yang saya maksud lho :)

Pernah berharap dahan dari pohon di halaman, yang selalu mengganggu setiap kita lewat, akan bertambah tinggi jaraknya dari tanah? "Pohon kan tambah tinggi, dahan ini juga pasti akan bertambah tinggi...". Tahu-tahu lima tahun kemudian dahan itu sudah jadi besar dan perlu tukang kebun untuk memotongnya dengan gergaji.

Yang pernah jahil memaku sebuah pohon barangkali memperhatikan bahwa paku itu tetap jaraknya dari tanah, setelah bertahun-tahun pakunya tidak pindah ke atas.

Jadi sebetulnya gimana sih cara pohon tumbuh? Dia tumbuh dari bawah atau dari atas?

Jawabannya adalah: pohon tumbuh dari bagian atasnya. Setiap pertumbuhannya ditambahkan dari tunas ujung yang terletak dibagian teratas pohon.

Perumpamaannya sama dengan kita menumpuk batu bata. Satu buah bata ditumpuk diatas bata yang lain, terus, sampai tinggi. Kita tidak akan mau bersusah payah menaruh bata dari dasar setiap kalinya kan?

No comments: